sejarah dinasti abbasiyah

sejarah dinasti abbasiyah - Hallo semuanya Berita Heboh Indonesia, Pada sharing konten heboh kali ini yang diberi judul sejarah dinasti abbasiyah,telah dibagikan di blog ini dengan lengkap dari awal lagi sampai akhir. mudah-mudahan isi berita heboh dan viral ini dapat anda pahami dan bermanfaat bagi anda semuanya. baiklah, ini dia berita viralnya.

Judul Berita : sejarah dinasti abbasiyah
Label Berita : sejarah dinasti abbasiyah





SEJARAH DINASTI  ABBASIYAH

    Peradaban dalam Islam, dapat ditelusuri dari sejarah kehidupan Rasulullah, dan para sahabat (Khulafaur Rasyidin), dan juga sejarah kekhalifahan Islam hingga kehidupan umat Islam saat ini. Islam yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad aw telah membawa perubahan bagi banyak umat manusia khususnya umat islam. Bahkan kemajuan Barat pada awalnya  bersumber pada peradaban islam yang masuk ke eropa melalui spanyol. Islam memang berbeda dari agama-agama lain.

“Islam is andeed much more than a system oftheology, it is a complete civilization
” (Islam sesungguhnya lebih dari sekedar sebuah
agama, ia adalah suatu peradaban yang sempurna).

Maju mundurnya peradaban islam tergantung dari sejauh mana dinamika akhlak umat Islam itu sendiri. Maka dari itu kita akan membahas sebuah peradaban besar yang sangat berpengaruh luas.
 yaitu masa kekhalifahan Abbasiyah yang berpusat diBaghdad.

Asal muasal Pertumbuhan dan Perkembangannya

Daulah Bani Abbasiyah diambil dari nama Al-Abbas bin Abdul Mutholib, pamanNabi Muhammad SAW. Pendirinya ialah Abdullah As-Saffah bin Ali bin Abdullah bin Al-Abbas, atau lebih dikenal dengan sebutan Abul Abbas As-Saffah. Daulah BaniAbbasiyah berdiri antara tahun 132– 656 H / 750–1258 M.
 Lima setengah abad lamanya keluarga Abbasiyah menduduki pemerintahan Khalifah Islamiyah.Yang pemerintahannya berpusat di kota Baghdad.

Awal mula  kekuasaan Dinasti Bani Abbas ditandai dengan pembangkangan yang dilakukan oleh Dinasti Umayah di Andalusia (Spanyol). Di satu sisi, Abd al-Rahman al-Dakhil bergelar amir (jabatan kepala wilayah ketika itu); sedangkan disisi yang lain, iatidak tunduk kepada khalifah yang ada di Baghdad. Pembangkangan Abd al-Rahmanal-Dakhil terhadap Bani Abbas mirip dengan pembangkangan yang dilakukan olehmuawiyah terhadap Ali Ibn Abi Thalib. Dari segi durasi, kekuasaan Dinasti Bani Abbastermasuk lama, yaitu sekitar lima abad.

Bani Abbasiyah mempunyai kholifah sebanyak 37 orang. Dari masa pemerintahanAbul Abbas As-Saffah sampai Kholifah Al-Watsiq Billah agama Islam mencapai zamankeemasan (132– 232 H / 749– 879 M). Dan pada masa kholifah Al-Mutawakkil sampaidengan Al-
Mu’tashim, Islam mengalami masa kemunduran dan keruntuhan akibat
serangan bangsa Mongol Tartar pimpinan Hulakho Khan pada tahun 656 H / 1258 M.

Saat dinasti ini berkuasa, pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial dan budaya. Berdasarkan pola pemerintahan
https://html2-f.scribdassets.com/8h8pxxx32840x44q/images/2-d8a711f0ab.jpg

dan pola politik itu para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbasmenjadi lima periode :

1. Periode Pertama (132 H/750 M– 232 H/847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama.

2. Periode Kedua (232 H/847 M– 334 H/945 M), disebut masa pengaruh Turki pertama.

3. Periode Ketiga (334 H/945 M– 447 H/1055 M), masa kekuasaan dinasti Buwaih dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua.

4. Periode Keempat (447 H/1055 M– 590 H/1194 M), masa kekuasaan sejak dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah, biasanya disebut juga dengan masa pengaruhTurki kedua.

5. Periode Kelima (590 H/1194 M– 656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif disekitar kota Baghdad.

Perkembangan Politik

Pemerintahan daulah Bani Abbasiyah merupakan kelanjutan dari pemerintahan daulah Bani Umayyah yang telah hancur di Damaskus. Meskipun demikian, terdapat perbedaan antara kekuasaan dinasti Bani Abbasiyah dengan kekuasaan dinasti BaniUmayyah, diantaranya sebagai berikut

a. Dinasti Umayyah sangat bersifat Arab Oriented, artinya dalam segala hal para pejabatnya berasal dari keturunan Arab murni, begitu pula corak peradaban yang di hasilkan pada dinasti ini.

b. Dinasti Abbasiyah, disamping bersifat Arab murni, juga sedikit banyak telah terpengaruh dengan gaya pemikiran peradaban Persia, Romawi Timur, Mesir dan sebagainya.

Perkembangan Peradaban Islam

Masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pada zaman ini, umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis terhadap ilmu pengetahuan, yaitu melalui upaya penterjemahan karya-karya terdahulu dan juga

melakukan riset tersendiri yang dilakukan oleh para ahli. Kebangkitan ilmiah padazaman ini terbagi di dalam tiga lapangan, yaitu : kegiatan menyusun buku-bukuilmiah, mengatur ilmu-ilmu Islam dan penerjemahan dari bahasa asing.

Setelah mencapai kemenangan di medan perang, tokoh-tokoh tentara membukakan jalan kepada anggota-anggota pemerintahan, keuangan, undang-undangdan berbagai ilmu pengetahuan untuk bergiat di lapangan masing-masing. Dengan demikian munculah pada zaman itu sekelompok penyair-penyair handalan, filosof-filosof, ahli-ahli sejarah, ahli-ahli ilmu hisab, tokoh-tokoh agama dan pujangga-pujangga yang memperkaya perbendaharaan bahasa Arab.

Banyak ahli dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan, seperti  filsafat. Filosuf terkenal saat itu antara lain seperti:
 Al-Kindi
(185-260 H/801-873 M).
 Abu Nasr alFaraby
(258-339 H/870-950 M), yang menghasilkan karya dalam bentuk buku berjudul
Fusus al-Hikam, Al-
Mufarriqat, Ara’u ahl al
-Madinah al-Fadhilah.
Selain mereka, jugaada
Ibnu Sina
(370-428 H/980-1037 M),
Ibnu Bajjah
(w. 533 H/1138 M), diantarakaryanya adalah
Risalatul Wada’, akhlak, kitab al
-Nabat, Risalah al-Ittishal al-
‘Aql bil
Ihsan, Tadbir al-Mutawahhid, kitab al-Nais, Risalah al-Ghayah al-Insaniyah, Al-Ghazali
(1059-1111 M),
Ibnu Rusyd
(520-595 H/1126-1196 M), dan lain-lain. Selainfilsafat, juga terjadi perkembangan dan kemajuan dalam bidang Ilmu Kalam atauTeologi. Diantara tokoh-tokohnya adalah
Washil bin Atha, Baqillani, Asyary Ghazali,Sajastani,
dan lain-lain.
Adapun bentuk-bentuk peradaban Islam pada masa daulah Bani Abbasiyah adalah sebagai berikut :

a. Kota-Kota Pusat Peradaban

Di antara kota pusat peradaban pada masa dinasti Abbasiyah adalah Baghdad dan Samarra. Baghdad merupakan ibu kota negara kerajaan Abbasiyah yang didirikan
Kholifah Abu Jafar Al-Mansur (754-775 M) pada tahun 762 M.
Sejak awal berdirinya,kota ini sudah menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ilmu pengetahuan. Ke kotainilah para ahli ilmu pengetahuan datang beramai-ramai untuk belajar. Sedangkankota Samarra terletak di sebelah timur sungai Tigris, yang berjarak +60 km dari kotaBaghdad. Di dalamnya terdapat 17 istana kecil yang menjadi contoh seni bangunan bercorak Islam di kota-kota lain.

b. Bidang Pemerintahan

Pada masa Abbasiyah I (750-847 M), kekuasaan kholifah sebagai kepala negara sangatterasa sekali dan benar seorang kholifah adalah penguasa tertinggi dan mengatursegala urusan negara. Sedang masa Abbasiyah II 847-946 M) kekuasaan kholifah sedikitmenurun, sebab Wazir (perdana mentri) telah mulai memiliki andil dalam urusannegara. Dan pada masa Abbasiyah III (946-1055 M) dan IV (1055-1258 M), kholifahmenjadi boneka saja, karena para gubernur di daerah-daerah telah menempatkan diri mereka sebagai penguasa kecil yang berkuasa penuh. Dengan demikian pemerintahpusat tidak ada apa-apanya lagi.

Dalam pembagian wilayah (propinsi), pemerintahan Bani Abbasiyah menamakannya dengan Imaraat, gubernur-nya bergelar Amir/ Hakim. Imaraat saat itu ada tiga macam,yaitu ; Imaraat Al-Istikhfa, Al-Amaarah Al-Khassah dan Imaarat Al-Istilau. Kepadawilayah/imaraat ini diberi hak-hak otonomi terbatas, sedangkan desa/ al-Qura dengankepala desanya as-Syaikh al-Qoryah diberi otonomi penuh.

Selain itu, dinasti Abbasiyah juga telah membentuk angkatan perang yang kuat dibawah panglima, sehingga kholifah tidak turun langsung dalam menangani tentara.Kholifah juga membentuk Baitul Mal/ Departemen Keuangan untuk mengatur keuangan negara khususnya. Di samping itu juga kholifah membentuk badan peradilan, guna membantu kholifah dalam urusan hukum.

c. Bangunan Tempat Peribadatan dan Pendidikan

Di antara bentuk bangunan yang dijadikan sebagai lembaga pendidikan adalahmadrasah. Madrasah yang terkenal saat itu adalah Madrasah Nizamiyah, yang didirikandi Baghdad, Isfahan, Nisabur, Basrah, Tabaristan, Hara dan Musol oleh Nizam al-Mulkseorang perdana menteri pada tahun 456– 486 H.
 selain madrasah, terdapat jugaKuttab, sebagai lembaga pendidikan dasar dan menengah, Majlis Muhadhoroh sebagaitempat pertemuan dan diskusi para ilmuan, serta Darul Hikmah sebagai perpustakaan.

Di samping itu, terdapat juga bangunan berupa tempat-tempat peribadatan, sepertimasjid. Masjid saat itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadahsholat, tetapi juga sebagai tempat pendidikan tingkat tinggi dan takhassus.
Di antara masjid-masjid tersebut adalah masjid Cordova, Ibnu Toulun, Al-Azhar dan lainsebagainya.

d. Bidang Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan pada masa Daulah Bani Abbasiyah terdiri dari ilmu naqli dan ilmu
aqli.
 Ilmu naqli terdiri dari Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits Ilmu Fiqih, Ilmu Kalam, IlmuTasawwuf dan Ilmu Bahasa. Adapaun ilmu „aqli seperti : Ilmu Kedokteran, Ilmu
Perbintangan, Ilmu Kimia, Ilmu Pasti, Logika, Filsafat dan Geografi.

Perluasan/ekspansi Kekuasaan Islam

Pada masa pemerintahan dinasti Abbasiyah, luas wilayah kekuasaan Islamsemakin bertambah, meliputi wilayah yang telah dikuasai Bani Umayyah, antara lainHijaz, Yaman Utara dan Selatan, Oman, Kuwait, Irak, Iran (Persia), Yordania,Palestina, Lebanon, Mesir, Tunisia, Al-Jazair, Maroko, Spanyol, Afganistan danPakistan, dan meluas sampai ke Turki, Cina dan juga India.

Khalifah Al-Manshur berusaha menaklukan kembali daerah-daerah yangsebelumnya membebaskan diri dari pemerintah pusat, dan memantapkan keamanan didaerah perbatasan. Di antara usaha-usaha tersebut adalah merebut benteng-bentengdi Asia, kota Malatia, wilayah Coppadocia, dan Cicilia pada tahun 756-758 M. Keutara, bala tentaranya melintasi pegunungan Taurus dan mendekati selat Bosporus.

Di pihak lain, dia berdamai dengan kaisar Constantine V dan selama genjatan senjata 758-765 M, Bizantium membayar upeti tahunan. Bala tentaranya juga berhadapan dengan pasukan Turki Khazar di Kaukasus, Daylami di laut Kaspia, Turki dibagian lain Oksus dan India.

Sebab-sebab Kemunduran dan Kehancuran

Kehancuran Dinasti Abbasiyah ini tidak terjadi dengan cara spontanitas,melainkan melalui proses yang panjang yang diawali oleh berbagai pemeberontakandari kelompok yang tidak senang terhadap kepemimpinan kholifah Abbasiyah.

Disamping itu juga, kelemahan kedudukan kekholifahan dinasti Abbasiyah di Baghdad,disebabkan oleh luasnya wilayah kekuasaan yang kurang terkendali, sehinggamenimbulkan disintegrasi wilayah.

Berakhirnya kekuasaan dinasti Seljuk atas Baghdad atau khalifah Abbsiyahmerupakan awal dari periode kelima. Pada periode ini, khalifah Abbasiyah tidak lagiberada dibawah kekuasaan suatu dinasti tertentu, walaupun banyak sekali Dinasti Islam berdiri. Ada diantaranya dinasti yang cukup besar, namun yang terbanyakadalah dinasti kecil. Para khalifah Abbasiyah, sudah merdeka dan berkuasa kembali,tetapi hanya di Baghdad sekitarnya. Wilayah kekuasaan khalifah yang sempit inimenunjukan kelemahan politiknya. Pada masa inilah tentara Mongol dan tatarmenyerang Baghdad. Baghdad dapat direbut dan dihancurluluhkan tanpa perlawananyang berarti. Kehancuran Baghdad akibat serangan tentara Mongol ini adalah awal babak baru dalam sejarah Islam, yang disebut masa pertengahan.

Sebagaimana dalam periodisasi khalifah Abbasiyah, masa kemunduran dimulaisejak periode kedua, namun demikian faktor-faktor penyebab kemunduran itu tidakdatang secara tiba-tiba, benih-benihnya sudah terlihat pada periode pertama, hanyakhalifah pada saat periode ini sangat kuat, benih-benih ini tidak sempat berkembang.Dalam sejarah kekuasaan Bani Abbas terlihat bahwa apabila kalifah kuat, paramenteri cenderung berperan sebagai pegawai sipil, tetapi jika khalifah lemah, merekaakan berkuasa mengatur roda pemerintahan.

Di antara kelemahan yang menyebabkan kemunduran Dinasti Abbasiyah adalahsebagai berikut :

a. Mayoritas Kholifah Abbasiyah periode akhir lebih mementingkan urusan pribadinya dan cenderung hidup mewah.

b. Luasnya wilayah kekuasaan Abbasiyah, sementara komunikasi pusat dengan daerah sulit dilakukan.

c. Ketergantungan kepada tentara bayaran.

d. Semakin kuatnya pengaruh keturunan Turki dan Persia, yang menimbulkankecemburuan bagi bangsa Arab murni.

e. Permusuhan antara kelompok suku dan agama.

f. Perang Salib yang berlangsung beberapa gelombang dan menelan banyak korban. 

g. Penyerbuan tentara Mongol di bawah pimpinan Panglima Hulagu Khan yangmenghacur leburkan kota Baghdad.

terus kunjungi http//lordnuha.blogspot.com ya sob agar tidak ketinggalan informasi.





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "sejarah dinasti abbasiyah"

Post a Comment